Ketika
menginjak SMA kebanyakan dari siswa (kita) jika ditanya mau jadi apa, kita akan
lama menjawab atau mungkin tidak bisa menjawab. Berbeda dengan kita saat masih
kecil, ketika duduk di TK atau SD. Dengan tegas,cepat, dan lantang kita
menjawab pertanyaan itu. Mengapa begitu?
Anak
yang masih kecil selalu berani bermimpi, mereka sangat yakin kemampuan mereka.
Berbeda dengan kita yang takut bermimpi. Takut jika impian kita gagal. Takut
dan kurang percaya diri terhadap kemampuan pribadi. “Hei! Jangan mundur sebelum
berjuang.”
Dan
yang lebih parah lagi ada kata-kata seperti ini kurang lebihnya, “ Jangan
terlalu bermimpi yang terlalu tinggi. Kelak jika kamu terjatuh kamu akan
merasakan sakitnya”. Jujur saya paling tidak suka dengan kata-kata itu!
Bukankah jatuh dari impian atau biasa disebut ‘gagal’ itu adalah hal yang wajar?
Jika kita tidak pernah mengalami kegagalan, kita tidak akan tahu kekurangan
atau kesalahan kita.
Beberapa
bulan yang lalu, ketika LDKS di WTC Jombang pada tanggal 26-27 Oktober 2013
saya sempat bertanya mengenai impian kepada Bapak Prof.Arif. Beliau adalah motivator yang cukup terkenal
sekaligus pembimbing KIR. Bahkan beliau sering ke luar negeri untuk
mengantarkan anak didiknya untuk lomba KIR. Meskipun begitu beliau rendah hati.
Berikut
pertanyaan saya:
“Pak
mengapa ketika kecil kita disuruh untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin
sedangkan ketika kita besar ada kata-kata yang menjelaskan agar jangan terlalu
bermimpi yang tinggi karena kalau terjatuh akan sakit sekali rasanya, bahkan di
sekitar kita ada yang mengatakan jangan bercita-cita yang terlalu tinggi
kasihan orangtuamu. Yang benar yang mana pak ?”
Dan
jawaban dari bapak Arif intinya adalah bermimpi
setinggi mungkin jika gagal itu adalah suatu resiko dan segeralah ‘update’
mimpi lagi. Lalu jika ada yang mengatakan cita-cita yang terlalu tinggi akan
membebani orang tu, memang terkadang itulah yang terjadi. Sesuaikan antara
keinginan dengan kemampuan. Namun bukan berarti cita-citanya tidak boleh tinggi.
Nah
dibawah ini ada diagram untuk membangun mimpi.
Ohya
perlu saya tegaskan lagi, ayo beranilah bermimpi! Jika di sekitarmu ada yang
kurang menyetujui atau mungkin iri misal,“Eh lu mimpinya tinggi banget? Yakin
lu mampu ngeraihnya? Kemampuan lu aja dibawah gue. Haha, sorry coy. Tapi itu
kenyataan bro..” Biarkanlah mereka. Terkadang kita tak selalu harus
mendengarkan omongan/nasihat orang lain. Karena terkadang ada yang
menjerumuskan. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan yakin Alloh kan berada
di samping kita itu lebih baik!
Selain
itu, dengan adanya orang di sekitarmu yang meremehkanmu, harusnya itu sebagai
pacuan untuk kita agar lebih berjuang keras demi mewujudkan impian. Kalau kata
Om Mario Teguh,”Cara terbaik untuk membalas dendam terhadap orang yang
menghina Anda, adalah menjadi lebih berhasil daripadanya”.
Sip deh! Jangan
lupa mimpilah yang tinggi dengan tindakan yang besar dan rajin berdoa.
InsyaAlloh….
Anda sedang membaca artikel tentang Ayo berani bermimpi!!, Anda boleh menyebar luaskan atau mengcopy - paste artikel di atas jika memang sangat bermanfaat bagi anda.. Dengan syarat anda harus meletakkan link di bawah ini sebagai sumbernya..




Ngadek dewe kadang iyo bener nek ancen wes bulat tekadmu.
oke suwun yo, :-)
Terima kasih juga udah berkunjung :)